Selamat Jalan Franky Sahilatua …
21 April 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
Indonesia kehilangan satu lagi musisi berbakat dan humanis, Franky Hubert Sahilatua yang dikenal dengan Franky Sahilatua telah tutup usia. Si ‘Perahu Retak’ itu kini berlayar ke sisi-Nya.Terjunnya Franky ke dunia musik adalah sebuah ketidaksengajaan. Cita-cita Franky belia kala itu ingin menjadi pelaut. Namun kedua orangtuanya, Hubert Johannes Sahilatua dan Theodora Joveva Uneputi-Sahilatua tak memberi izin.
Pria kelahiran Surabaya, 16 Agustus 1953 itu kemudian berkuliah di Akademi Akuntansi Surabaya. Tapi, musik telah memberi Franky pemasukan. Uang tersebut kemudian ia tabung sebagai modal ke Jakarta. Franky ingin masuk dunia rekaman.Franky kemudian merilis album ‘Senja Indah di Pantai’ berduet dengan sang adik Jane Sahilatua pada 1975. Bersama Jane, Franky menelurkan 15 album di bawah label Jackson Record. Sekitaran 1992-1993 lahirlah lagu-lagu kenamaan Franky yaitu ‘Perahu Retak’, ‘Orang Pinggiran’, ‘Terminal’ dan ‘Di Bawah Tiang Bendera’. Baca tulisan ini lebih lanjut

Tujuan Komisi Pemilihan Umum membangun infrastruktur dan sistem teknologi informasi adalah untuk mengumpulkan dan memublikasikan hasil perolehan suara pemilu di semua tempat pemungutan suara dengan cepat, akurat, dan transparan.
Anak-anak muda semakin tak terbendung lagi untuk kreatif di dunia maya. Tak sekadar bermain-main menjadi konsumen di jagat jaringan sosial maya, seperti menjadi blogger di blogger.com atau menjadi mp’ers di multiply.com, atau menjadi anggota aktif di Facebook, Friendster, Hi5, atau situs jaringan sosial lainnya.
Kebutuhan personal akan memori pada semua perangkat berteknologi digital saat ini sudah melesat jauh. Perkembangan yang sangat cepat ini terkadang tidak dirasakan sehingga tidak mengherankan apabila masih ada sebagian masyarakat yang masih mengandalkan perangkat seperti floppy disc atau disket.
Antara percaya dan tidak percaya bahwa krisis ekonomi global akan berpengaruh bagi pembangunan di negeri yang baru akan bangkit dari keterpurukan. Bahkan, masyarakat masih belum merasa lepas dari kesulitan sehingga mereka tidak peka lagi terhadap ancaman-ancaman itu.