Islami

Hidupkan Malam di Bulan Ramadhan 

Waktu malam pada bulan Ramadhan memiliki kesan khusus yang berbeda dengan seluruh malam dalam setahun. Inilah di antara keistimewaan Ramadhan. Anda melihat shalat malam begitu mudah dilaksanakan oleh semua orang. Hingga Anda menjumpai sebagian orang yang tidak mengerjakan shalat wajib di luar Ramadhan, mereka mengerjakan shalat malam pada bulan Ramadhan, meski dengan niat yang berbeda-beda.

Shalat malam (disebut shalat tarwih di bulan Ramadhan), agar dinilai sebagai amal shaleh, harus lahir dari niat yang ikhlas. Bukan sekadar turut ramai. Atau bagi muda-mudi, sebagai ajang mencari pasangan.

Agar niat kita tidak keliru, kita perlu mengetahui keutamaan-keutamaan di balik shalat malam (tarwih), di antaranya adalah:

1. Sebab datangnya ampunan

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

]مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ[

“Barangsiapa yang mengerjakan shalat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah, niscaya akan diampunilah dosanya yang telah lalu.” (Muttafaqun ‘alaih).

Shalat malam pada bulan Ramadhan adalah bagian dari keimanan dan menjadi sebab datangnya ampunan atas dosa-dosa terdahulu.

2. Allah membanggakan orang-orang yang shalat malam

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,
“Jika seseorang bangun malam dan mengerjakan shalat, namun kemudian ia mengantuk dan tertidur dalam sujudnya, Allah berfirman kepada malaikat-malaikat-Nya, “Lihatlah wahai malaikat-malaikat-Ku, ini hamba-Ku, nyawanya ada pada-Ku dan tubuhnya ada di hadapan-Ku, tulislah baginya shalat malamnya, dan tetapkan tidurnya sebagai sedekah dari-Ku kepadanya.” (HR. Ibnu Majah. Dinyatakan shahih oleh Al Albani).

Mahasuci Allah Yang Mahamulia. Di hadapan malaikat-malaikat-Nya, Dia سبحانه وتعلى membanggakan orang yang sujud meskipun tertidur. Lantas bagaimana menurut Anda dengan orang yang terbangun dan bersungguh-sungguh dalam beribadah?

3. Jalan menuju cinta Allah

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Ada tiga orang yang dicintai Allah dan Allah bergembira serta tertawa terhadap mereka.”

Beliau menyebutkan bahwa di antara mereka adalah, “Orang yang memiliki istri yang cantik dan tempat tidur yang nyaman. Kemudian dia bangun dan mengerjakan shalat. Allah سبحانه وتعلى berfirman kepada malaikat-malaikat-Nya, “Lihatlah, wahai malaikat-malaikat-Ku, ini hamba-Ku. Dia memiliki tempat tidur yang nyaman dan istri yang cantik. Namun dia meninggalkan tempat tidur dan istrinya. Kemudian dia bangun dan mengerjakan shalat untuk mencari perhatian-Ku dan membaca ayat-ayat-Ku. Seandainya dia menghendaki, bisa saja dia tetap tidur.” (HR. Hakim. Dinyatakan shahih oleh Al Albani).

Lihatlah, bagaimana setiap yang Anda persembahkan kepada Allah سبحانه وتعلى, memiliki kedudukan yang berharga di sisi-Nya dan memiliki tempat tersendiri di sisi Allah. Perhatikanlah ketika Allah berfirman kepada malaikat-malaikat-Nya, “Seandainya dia menghendaki, bisa saja dia tetap tidur.”

Allah senantiasa menjaga setiap amal kebajikan Anda. Kalahkan kantuk dan tidur Anda. Pilihlah untuk mengerjakan shalat malam. Agar Allah mencintai Anda, gembira terhadap Anda, dan tertawa karena Anda.

4. Shalat malam adalah kemuliaan

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

]شَرْفُ الْمُؤْمِنِ قِيَامُ اللَيْلِ[

“Kemuliaan orang beriman adalah shalat malam.” (HR. Hakim. Dinyatakan shahih oleh Al Albani).

Ternyata, Allah سبحانه وتعلى menjadikan kemuliaan seorang Muslim terletak pada shalat malamnya. Bukan pada harta yang melimpah, atau tingginya jabatan.

5. Shalat malam bersama imam dicatat sebagai shalat semalam suntuk

Siapa yang mengerjakan shalat malam pada bulan Ramadhan bersama imamnya, akan dicatat untuknya shalat semalam suntuk. Disebutkan dalam hadits Abu Dzar bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,

“Jika seseorang mengerjakan shalat bersama imam hingga dia selesai (bubar), maka  terhitung baginya sebagai shalat satu malam penuh.” (HR. Ahmad, dinyatakan shahih oleh Al Albani).

Segeralah menunaikan shalat tarwih di malam Ramadhan, dan bersabarlah sejenak bersama imam hingga ia menyelesaikan shalatnya agar Allah menyambut Anda dan Anda dicatat telah shalat semalam suntuk.

6. Termasuk golongan yang manakah Anda?

     Rasulullah صلى الله عليه وسلم juga bersabda, “Sesungguhnya seseorang benar-benar berlaku jujur dan senantiasa berlaku jujur hingga ditetapkan di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya, seseorang benar-benar berdusta dan senantiasa berdusta hingga ditetapkan di sisi Allah sebagai seorang pendusta.” (HR. Muslim).

Membaca hadits ini, seorang Muslim akan menyadari bahwa dia memiliki nama di sisi Allah, yang dengan nama itulah dia dikenal di sisi Allah سبحانه وتعلى. Sebagai orang jujur, atau pendusta.

Terkait dengan shalat malam, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Siapa yang mengerjakan shalat malam dengan membaca sepuluh ayat, dia ditetapkan sebagai orang-orang yang tidak lalai. Adapun siapa yang megerjakan shalat malam dengan membaca seratus ayat, maka dia ditetapkan termasuk golongan qanitin (orang-orang yang taat). Dan siapa yang mengerjakan shalat malam dengan membaca seribu ayat, maka dia ditetapkan termasuk golongan muqanthirin (orang-orang yang mendapatkan karunia dan keberkahan melimpah).”  (HR. Abu Dawud. Dinyatakan shahih oleh Al Albani).

Maka hendaknya kita memilih suatu amalan, yang dengan amalan ini ditetapkan bagi kita satu nama di sisi Allah سبحانه وتعلى. Anda bebas memilih, ditetapkan sebagai orang-orang yang tidak lalai, atau qanitin, atau muqanthirin.

7. Berhak menyandang predikat shiddiqin dan syuhada

Orang yang melakukan shalat malam pada bulan Ramadhan berhak menyandang nama shiddiqin (orang-orang yang jujur dan berlaku benar) dan syuhada (orang-orang yang ditetapkan sebagai syahid atau pembela Islam).

Seorang laki-laki datang kepada Nabi صلى الله عليه وسلم lantas bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana menurut Anda jika aku bersaksi bahwa tidak ada Zat yang berhak diibadahi selain Allah dan sesungguhnya Anda adalah utusan Allah. Saya mengerjakan shalat lima waktu, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan mengerjakan shalat malam pada bulan Ramadhan. Termasuk golongan manakah saya?”

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Termasuk golongan shiddiqin dan syuhada.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibn Hibban. Dinyatakan shahih oleh Syekh Al Albani).

Ternyata, shalat tarwih yang mungkin dianggap sebagian masyarakat Muslim sebagai ritual biasa di bulan Ramadhan, dapat mendatangkan keberuntungan di atas keberuntungan.

8. Kafilah orang-orang shaleh

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Hendaklah kalian mengerjakan shalat malam, karena shalat malam adalah tradisi (kebiasaan) orang-orang shaleh sebelum kalian.” (HR. At-Tirmidzi. Dinyatakan shahih oleh Al Albani).

Siapa yang ingin bergabung dengan kafilah orang-orang shiddiq dan syuhada serta orang-orang shaleh? Bergabunglah bersama orang-orang yang menjadikan shalat malam sebagai tradisi mereka.

9. Shalat malam untuk kesembuhan dan kebugaran

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,
“Hendaklah kalian mengerjakan shalat malam, karena shalat malam adalah tradisi (kebiasaan) orang-orang shaleh sebelum kalian, dapat menghindarkan dosa, dan mengusir penyakit dari tubuh.” (HR. At-Tirmidzi. Dinyatakan shahih oleh Al Albani).

Bagi para pencari kesehatan, hendaknya mengerjakan shalat malam. Jika Allah ridha dan menerimanya, Dia akan menghindarkan berbagai penyakit dan gangguan kesehatan dari tubuh Anda.

10. Perlindungan dari dosa

Dalam hadits yang disebutkan dalam poin kesembilan, Rasulullah صلى الله عليه وسلم menyebutkan sebagian keutamaan shalat malam adalah menghindarkan pelakunya dari dosa yang akan datang serta menghapuskan dosa yang telah lalu.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Al Hasan—rahimahullah, “Barangsiapa yang melalui malamnya dengan kebaikan, maka dia akan dijamin dengan perlindungan pada siang harinya. Dan siapa yang melalui siangnya dengan kebaikan, maka dia dijamin dengan perlindungan pada malam harinya.”

11. Shalat malam adalah cahaya wajah dan hati

Al Hasan—rahimahullah—ditanya, “Meng-apa orang-orang yang mengerjakan shalat malam adalah orang-orang yang paling indah wajahnya?” Al Hasan menjawab, “Mereka menyendiri dengan Allah pada waktu sahur, maka Allah membalut mereka dengan cahaya-Nya.”

Benar, orang-orang yang mengerjakan shalat malam adalah orang-orang yang paling indah dan bercahaya wajahnya. Kesahajaan mereka tampak jelas. Keelokan mereka sangat menawan. Dan keceriaan tampak nyata pada diri mereka. Tidakkah kita ingin mendapatkan keutamaan yang melimpah ini?

Wafii dzaalika fal yatanaafasil mutanaafisuun…

Disarikan dari “Asraarul Muhibbiin fii Ramadhan” karya Syekh Muhammad Husain Ya’qub.

Sumber : Al Fikrah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: